PROFIL
KI AGENG PAWULANG

 

ki-ageng-pawulang-33Insan di Dunia ini Hakikatnya memiliki Tugas Sendiri – sendiri, tidak semua sama. Seperti halnya kisah Asmara Cinta, Ada kalanya suka dan Duka pun juga. Lewat sebuah proses perjalanan hiduplah seseorang bisa belajar dan di paksa untuk memahami tentang apa tugas hidup ini. Begitu pula dengan Ki Ageng Pawulang, merupakan sosok yang dikenal Masyarakat dengan Julukan Sang Maha Pengasihan, Raja Pengasihan dan Pangeran Pengasihan. Latar belakang keahlian beliau dalam ilmu pengasihan ini bermula dari inspirasi sosok kakek beliau yang dulunya sangat disegani di kalangan masyarakat beliau tinggal. Sosok Kakek yang di masa hidupnya selalu mengabdikan dirinya untuk setiap orang yang membutuhkan pertongannya. Seperti mengobati orang kesurupan, gangguan makhluk halus, kena teluh dan berbagai gangguan gaib lainnya.

Ki Ageng Pawulang  merupakan pribadi pendiam yang sukanya menyendiri dan bertirakat atau Riyadhoh (Puasa & jarang tidur di malam hari).  Hobi beliau adalah mengkoleksi benda pusaka bertuah yang beliau tarik dari alam ghaib, banyak sekali jenis pusaka dan mustika berkhodam yang beliau koleksi. Seperti: Keris Omyang Jimbe, Keris Semar Piningit, Keris Naga Blorong, Mustika Merah Delima, Kristal Mani Gajah, dan Masih banyak lainnya.

Kelahiran tahun 1988 di Jawa Tengah, ki Ageng Pawulang terlahir dan diberi nama Ahmad Mubarok. Beliau dilahirkan dari golongan keluarga yang tingkat religiusnya tinggi, namun kondisi ekonomi keluarga beliau pas-pasan. Atas berkah kePas-pasan ekonomi tersebut, Ki Ageng Pawulang malah tambah semangat untuk menimba ilmu dari guru satu ke guru lainnya.

Pernah Nyantri di Pondok Pesantren

Berbekal bimbingan dari kedua orang tua, beliau di Pondokkan di pesantren. 7 Tahun lamanya Ki Ageng Pawulang pernah nyanti di salah satu Pondok pesantren tertua di Kota Wali Demak. Selama nyantri di sana, beliau dikenal sebagai santri yang tak pernah letih mengaji dan mengabdi ke Bapak Kyai. Apapun arahan Sang Kyai, tanpa pikir panjang pasti beliau lakukan. Jika waktu libur tiba maka waktu itu beliau gunakan untuk tabarukan dan mengaji di Pesantren lain, seperti Pondok Pesantren Kediri dan Jombang.

Mengembara Mencari Sejatining Guru

Setelah diukur akan kemampuan beliau sudah cukup oleh Sang Kyai, beliau diberikan wasiat berupa pesan, yang mana beliau di suruh untuk Tirakat Lakon atau Olah Batin Mengembara mencari Sejatining Guru. Dari Makam ke Makam beliau lalui dengan Ikhlas berharap hanya mencari Ridho Alloh Sang Maha Penguasa alam semesta. Dalam perjalanan Ki Ageng tanpa membawa bekal Apapun (uang sepeserpun tidak punya) Hanya bermodal nekad dan Yakin Kalau Tuhan itu tidak tidur dan Maha Tahu akan kebutuhannya. Selama kurang lebih 3 tahun lamanya beliau mengembara dan disaat beliau Semedi di Makam / Petilasan Simbah Joko Tarub “Ki Ageng Tarub”  di Di Desa Tarub Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan, tepatnya di malam jum’at kliwon bulan Suro, Ki Ageng Pawulang sengaja Bersemedi dengan maksud Nyadong Pangaweruh marang Seng Kuoso; minta arahan dan jawaban akan siapa sejatinya Guru sejati ingsun.

Alhasil, Beliau Ki Ageng Pawulang diberikan Pangaweruh berupa jawaban dari pertanyaan yang diajukannya itu. Sadar tidak sadar beliau Ki Ageng di datangi oleh sosok Simbah berjenggot Panjang dan berjubah putih. Simbah tersebut berkata:

“Sepiro duwurmu ngudi kawruh, sepiro jeromu ngangsu ngilmu, sepiro akehe guru ngajimu tembe mburine mung arep ketemu marang sejatine awake dewe. Sopo sing wus biso nemoake sedulur batine kakang kawah adi ari2 papat kiblat lima pancer, sejatine wus nemu guru sejatine. Koyo epos bimo nggoleki kayu gung susuhing angin, gigireng panglu (bibir globe), galihing kangkung, watesane langit jaladri utawa nggoleki dlamakane kuntul mabur. Utowo goleki papat napsu sing ngiring jiwo rogo siro yoiku Sufiah (putih), Mutmainah (kuning), ALuamah (abang) lan Amarah (ireng). Kabeh mau artine isoo nggulowentah sekabehane napsu sing ono jiwo lan rogone awake dewe.Yen wus iso, banjur nemu guru kang sejati, sejatine guru, yoiku awake dewe-dewe”.

Pernah Singgah Sebentar di Dunia Ghaib

Setelah Ki Ageng Pawulang mendapatkan jawaban atas Sejatineng Guru, Beliau membuka mata dan menghirup udara sebentar. Tak lama kemudian beliau melanjutkan semedinya tersebut, kembali Ki Ageng Pawulang di datangi oleh sosok Simbah Sepuh tadi (berjenggot panjang dan berbaju serba putih). Simbah sepuh tersebut berkata: Le…, awakmu gak usah wedi karo aku. Lalu Ki Ageng bertanya, Jenengan niku sinten….? Jawab Simbah, Aku iki Le, sing Jogo lan tugasku ngarahno awakmu…, Aku Joko Tarub, Reneo Melu aku!  Beliau Ki Ageng tersahut entah kemana, tiba – tiba beliau telah sampai di pegunungan berkawah yang tak pernah beliau kenal sebelumnya dan terbesit di hati beliau bergumam “Sebenere aku iki neng ngendi ?” tanpa jeda lama simbah Joko Tarub tersebut menjawab “iki awakmu neng alame bongso ngoib Le…, rak usah wedi, iki kabeh koncone dewe”.

Asal Muasal Panggilan Ki Ageng Pawulang

Ki Ageng Pawulang banyak mengalami pengalaman-pengalaman Ghaib di saat berada di petilasan Simbah Joko Tarub “Ki Ageng Tarub”. Salah satu pengalaman mistisnya yaitu saat bersemedi tiba-tiba ada suara gaib yang memanggilnya dengan sebutan “Ageng Pawulang”. Awalnya beliau kurang begitu menghiraukan akan panggilan tersebut, karena dalam benak beliau; mungkin ini hanyalah suara lewat saja. Namun, lama-lama suara itu begitu jelas terdengar. Anehnya tidak ada seorang pun di situ kecuali dirinya. Saat itulah ia didatangi sosok yang sama yang pernah menemuinya di Petilasan Simbah Joko Tarub Di Desa Sani Kabupaten Pati – Jawa Tengah. Dari pertemuan itu, Ki Ageng Pawulang pun mendapat banyak wejangan tentang ilmu Pengasihan, ilmu batin, meraga sukma, ilmu hakikat, dan pemahaman tentang pusaka-pusaka mistis dan mustika yang ada di alam gaib.

Semenjak bertemu dan belajar kepada sosok gaib Simbah Joko Tarub itu, Ki Ageng Pawulang mulai memperlihatkan peningkatan kewaskitaannya. Disaat itu Beliau menemui, sosok gaib lain lagi menyendiri di bawah pohon dekat makam Joko Tarub, sosok gaib tersebut didekati Ki Ageng Pawulang dan beliau bertanya: Sampean niku sinten? Kok Piyambaan ten Mriki…, sosok gaib tersebut menjawab, kulo bingung soale ibu kulo mpun tilar lan kulo mangkeh derek sinten? Lanjut Ki Ageng Berkata; awakmu entok sedih lan getuni lakonmu. Namun siji seng perlu mbok ngerteni; sedih yow sedih namun ojo Nyedihi terus terusan. Mulai sejak itulah gelar “Ki Ageng Pawulang” melekat erat dengannya. Karena kemampuannya dalam memberi petunjuk dan arahan.

Kelebihan yang tak kalah istimewanya, Ki Ageng Pawulang juga mampu memanggil dan mengisi Mustika hasil tarikan Gaib Beliau dan pusaka peninggalan leluhur dengan khodam putih yang berderajat tinggi di alamnya. Akan tetapi tidak semua orang mempunyai keahlian seperti Ki Ageng Pawulang, dan beliau menuturkan semua ini bukan karena saya pintar melainkan  karena Kuasa Sang Pencipta Alam Semesta ini Allah SWT.

Aktivitas Ki Ageng Pawulang Saat ini

Sebagai seorang yang mempunyai kelebihan di bidang ilmu Pengasihan dan Ilmu Hikmah, keseharian Ki Ageng Pawulang dipenuhi dengan kegiatan untuk membantu masyarakat di Padepokan JOYO KUSUMO dan di berbagai tempat di Indonesia.

Padepokan JOYO KUSUMO adalah tempat bertemu antara Guru dan Murid, antara Ki Ageng Pawulang dengan Klien Beliau. Beliau juga sering mendapat undangan khusus untuk memimpin ritual dan ruwatan di berbagai tempat. Bagi beliau, semulia-mulianya manusia adalah manusia yang bisa bermanfaat bagi manusia lainnya. Oleh karena itu, tak ada kata lelah dan letih demi menolong siapapun yang membutuhkan bantuan beliau.

Lihat Prosesi Ruwatan Ki Ageng Pawulang kepada Klien Beliau:

Sekarang,  Jika A

Anda Punya Masalah Seputar Cinta, Asmara dan keluarga..? Segera Konsultasikan dengan Ki Ageng Pawulang, Selengkapnya Anda Bisa Klik di Produk Dan Layanan


Halaman Terkait Lainnya:

1,263 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini